“Kerjasama Antam dengan Inalum merupakan langkah penting dalam upaya kami untuk terus meningkatkan nilai cadangan bauksit Indonesia yang besar serta mendukung sinergi antar BUMN,” ujar Direktur Utama Aneka Tambang (Antam), Tedy Badrujaman dalam keterangan resmi, Rabu (8/7).
Direktur Utama Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Winardi mengatakan kemitraan dengan Antam akan mendukung keberadaan industri hilir bauksit di Indonesia dalam memberikan nilai tambah. "Kerjasama ini juga akan menjadi momentum positif untuk mendukung integrasi bisnis di komoditas bauksit,” jelasnya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johan mengungkapkan, manajemen Antam menargetkan bisa melakukan ground breaking pada kuartal II 2016. Sementara itu, terkait siapa saja pihak ketiga yang sudah tertarik untuk terlibat dalam proyek tersebut, Johan menyatakan ada perusahaan dari tiga negara.
"Ada dari Dubai Alumunium (Dubal), Rusia Alumunium (Rusal), dan dari Tiongkok," tutur Johan.
Sebagai informasi, Inalum merupakan pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang bergerak dalam bidang industri peleburan aluminium. Inalum didirikan pada tanggal 6 Januari 1976 dan sebelumnya merupakan perusahaan patungan dengan Pemerintah Indonesia dengan Nippon Asahan Aluminium Co Ltd.
Pada tanggal 19 Desember 2013 Pemerintah Indonesia mengambil alih saham yang dimiliki pihak konsorsium Jepang itu sehingga sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Indonesia. (ags)