Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan mengakui apabila dibandingkan dengan negara lain, porsi kepemilikan asing di SBN yang diterbitkan pemerintah terbilang tinggi. Robert mencontohkan porsi kepemilikan asing di SBN Malaysia hanya sekitar 30 persen.
Kendati demikian, ia menilai sepanjang pemerintah mampu menjaga fundamental ekonomi dengan pertumbuhan yang positif serta utang negara yang masih dalam taraf wajar, tingginya kepemilikan asing pada SBN tidak perlu dikhawatirkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dengan kondisi sekarang, pihak asing masuk ke portofolio SBN kita malah bagus karena akan menambah likuiditas di pasar, menurunkan imbal hasil, dan menambah stok valuta asing,” kata Robert di kantornya, Jakarta, Kamis (9/7).
Sementara itu, sekitar Rp 102,3 triliun SBN atau hampir 20 persennya dimiliki oleh bank sentral asing yang menggunakan instrumen tersebut sebagai cadangan devisa.
Sementara itu, komposisi terbesar dari kepemilikan asing atas SBN dimiliki oleh pengelola reksadana (mutual fund) sebesar Rp 182,61 triliun yang diikuti oleh lembaga keuangan senilai total 147,81 triliun. Lembaga-lembaga tersebut juga dinilai Robert menaruh dana relatif dalam jangka panjang dan bukan spekulan.
“Artinya walaupun komposisi kepemilikan asingnya 39,48 persen atau Rp 535 triliun, kalau kita pilah-pilah, kita agak comfort karena sekitar Rp 400 triliun berasal dari long term investor bukan sekedar spekulan,” ujarnya. (gen)