"Detilnya 14 kargo dari kilang LNG Bontang, dan enam kargo lagi dari Tangguh," ujar Elan Biantoro, Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Jakarta, Kamis malam (9/7).
Elan menjelaskan, adanya 20 kargo LNG tak bertuan tak lepas dari dibatalkannya kontrak penjualan dua kargo LNG yang sedianya akan dilego ke PT PLN (Persero). Ia mengungkapkan pembatalan dilatarbelakangi penurunan jumlah permintaan listrik perusahaan setrum pelat merah tersebut, sehingga angka pemanfaatan gas untuk pembangkit menurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari hal itu, SKK Migas pun memutuskan untuk menjual 20 kargo LNG tadi ke pasar spot.
Sebagai informasi, tahun ini sendiri SKK Migas telah mengalokasikan 78 kargo LNG untuk memenuhi kebutuhan domestik. Di mana alokasi LNG tersebut berasal dari kilang LNG Bontang sebanyak 47 kargo, dan 31 kargo lainnya berasal dari kilang LNG Tangguh. (gen)