Berdasarkan catatan perseroan, jumlah total penumpang yang tidak terangkut selama penutupan bandara internasional tersebut mencapai 39.715 orang.
Dalam keterangan tertulisnya, Angkasa Pura (AP) I menjelaskan pihaknya terpaksa menutup Bandara Ngurah Rai, Bali pada Kamis (9/7) pukul 22.45 WITA menyusul erupsi yang terjadi di Gunung Raung di Besuki, Jawa Timur. Penutupan salah satu bandara tersibuk di Indonesia itu berlangsung hingga sabtu (11/7) pukul 12.00 WITA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada hari kedua, Jumat (10/7), 160 penerbangan domestik yang dijadwalkan mengangkut 10.376 penumpang dibatalkan. Demikian pula dengan 117 penerbangan internasional dengan jumlah penumpang 9.077 juga tidak jadi dilakukan.
Pada pukul 12.00 WITA, Bandara Ngurah Rai , Bali sempat dibuka kembali dan beroperasi normal meski terdapat beberapa penerbangan yang terlambat (delay).
Namun, pagi tadi, Minggu (12/7) terbit notice to airmen (notam) bernomor 1423/15 yang memerintahkan otoritas Bandara Ngurah Rai untuk menutup kembali mulai pukul 09.30-16.00 WITA.
"Sampai dengan tanggal 9-12 (Juli 2015) jam 16.00 WITA jumlah penerbangan yang cancle 414 penerbangan dan penumpang yang tidak terangkut 39.715," demikian penjelasan AP I seperti dikutip dari keterangan tertulisnya yang diterima CNN Indonesia, Ahad (12/7). (ags)