Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Abdurakhman mengatakan sejak tol Cipali dibangun beberapa tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Subang juga telah menyediakan 10 ribu hektare lahan untuk kawasan industri.
“Saat ini lahan tersebut sudah mau habis akibat terus naiknya permintaan,” kata Abdurakhman dikutip dari laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Senin (13/7)/
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain industri, Abdurakhman mengungkapkan dampak positif juga dirasakan industri pariwisata melalui wisata alam Sari Ater, yang menurutnya mengalami kunjungan wisatawan yang meningkat tajam.
Salah satunya adalah WPS Jakarta Cirebon yang termasuk di dalamnya adalah Kabupaten Subang sebagai salah satu pusat pengembangan WPS tersebut.
“Subang sebagai salah satu pusat pelayanan jasa, yang didalamnya terdapat Kecamatan Kalijati yang memiliki kawasan industri yang meningkat pesat diharapkan akan semakin efektif melalui penyediaan infrastruktur yang ke depannya bisa kita desain dan rancang untuk betul-betul berkembang sesuai dengan peluang yang ada disitu,” tutur Hermanto.
Oleh karena itu, Hermanto berharap pemerintah daerah bisa berkomitmen memudahkan kerjasama dengan pihak swasta dan pemerintah pusat dalam mengembangkan suatu kawasan industri.
“Kalau model-model seperti itu bisa kita bina untuk Kabupaten Subang, mungkin bisa terarah bagaimana Subang membangun ke depan melalui sinergi,” tambah Hermanto.
Seperti diketahui di daerah sepanjang tol Cipali saat ini berkembang kawasan-kawasan industri. Selain Subang, munculnya kawasan industri baru juga terjadi di Majalengka dan juga rencana kota baru Aero City yang berada di kawasan pembangunan bandara Kertajati.