Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan penandatangan dua perjanjian tadi merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mengembangkan potensi energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) yang ada di Indonesia.
"Dalam 10 tahun ke depan pemerintah menargetkan pemanfaatan renewable energy mencapai 25 persen dari saat ini 6 persen. Ini target yang ambisius, tapi harus jalan," kata Sudirman di Jakarta, Senin (13/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal EBTKE Rida Mulayana menambahkan, pihaknya akan mendorong sejumlah pelaku usaha termasuk badan usaha milik negara (BUMN) untuk menjadi pembeli dari program ini.
"Kami akan dorong BUMN termasuk Pertamina untuk menjadi offtaker dari program ini. Namun saat ini kami masih melakukan pembahasan detil untuk merealisasikan program bionergi lestari," jelas Rida.
"Belum karena rencana detilnya masih dibicarakan. Tapi yang pasti untuk memancing minat pelaku usaha, pemerintah akan gunakan APBN dulu untuk program ini," katanya.
Rencananya, program Bioenergi Lestari akan dilaksanakan di Kabupaten Katingan dan Pulang Pisau di Kalimantan Tengah. Adapun lahan yang akan dipakai ialah wilayah kerja tambang yang sudah tidak dipakai berikut lahan kritis dan yang sudah terdegradasi.
Pasca penandatangan kerjasama ini, pemerintah dan pemerintah daerah pun diketahui akan melakukan studi kelayakan pada lokasi-lokasi yang ditentukan; membangun miniatur kebun bioenergi seluas 20 hektar yang dimiliki Pemda; hingga melakukan penanaman dan memfasilitasi masuknya investasi hingga pemasaran produk bioenergi. (ags)