Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Prabowo menjelaskan meskipun saat ini sudah ada 40 ribu lebih barang/jasa yang masuk dalam e-catalog, namun rendahnya nilai transaksi yang diselesaikan melalui sistem tersebut disebabkan oleh ketakutan para pejabat.
Menurut Agus banyak aturan pelaksanaan tender di berbagai kementerian yang harus diubah seperti misalnya pada Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan cara audit tender tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus ketakutan para pejabat pemegang anggaran untuk mempercepat pengadaan barang/jasa secara otomatis akan mengganggu penyerapan belanja negara. “Otomatis. Orang kalau takut kan tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pengadaan itu seperti ekosistem, ada aturannya, ada anggarannya, ada organisasinya, ada auditnya, macam-macam. Sementara LKPP domainnya hanya di aturannya saja. “Jadi instruksinya memberi masukan kepada Presiden, ekosistem mana yang harus direvisi,” ujarnya.
Mengenai batas waktu masukan yang akan diberikannya kepada Presiden, menurut Agus, presiden tidak memberi waktu, tapi ia akan mempersiapkan setelah lebaran.
“Setelah lebaran akan kami beri masukan. Tentu tindak lanjutnya ada di Presiden karena tidak semua persoalan bisa diselesaikan LKPP,” ujar Agus. (gen)