Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia selama Januari-Juni 2015 mencapai US$ 78,29 miliar, turun 11,86 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS, Suryamin menjelaskan ekspor nonmigas pada bulan lalu sebesar US$ 11,98 miliar atau naik 5,87 persen dibandingkan dengan pencapaian bulan sebelumnya. Apabila membandingkannya dengan ekspor Juni 2014, maka terjadi penurunan sebesar 6,62 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juni 2015 terhadap Mei 2015 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 261,7 juta atau 17,01 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$ 139,3 juta atau 23,63 persen.
Menurut Suryamin, kontribusi ekspor dari ketiga negara tersebut mencapai 31,09 persen. Sementara ekspor ke 27 negara Uni Eropa sebesar US$ 1,39 miliar.
Berdasarkan provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Juni 2015 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$12,95 miliar atau 16,55 persen dari total ekspor. kemudian diikuti oleh Kalimantan Timur, dengan nilai ekspor sebesar US$ 9,85 miliar atau 12,58 persen. Lalu Jawa Timur mengoker di peringkat ketiga dengan sumbangan ekspor sebesar U$ 9,10 miliar atau 11,63 persen. (ags/gen)