“Tingkat okupansi penerbangan reguler itu ada di kisaran 85 -87 persen, sekarang kira-kira ditambah 5 persen,” kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono kepada CNN Indonesia, Kamis (16/7).
Meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi, kata Agus, membuat kenaikan penumpang Sriwijaya ang Swriwijaya Air diperkirakan hanya sekitar 5 persen hingga 10 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Agus, penambahan kursi juga dilakukan pada beberapa rute tambahan di luar penerbangan reguler seperti rute penerbangan dari Jakarta ke beberapa kota besar seperti Medan, Padang, Solo, Surabaya, Semarg, Yogyakarta, Malang, Pangkalpinang, Denpasar, dan Pontianak, maupun sebaliknya.
Sejau ini, Agus menilai kondisi kepadatanan penumpang pada H-1 lebaran masih relatif lancar. Kendati demikian, adanya erupsi Gunung Gamalama hari ini mengakibatkan salah satu penerbangan Sriwijaya Air rute Manado-Ternate terpaksa ditunda.