Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani mengatakan idealnya rupiah saat ini pada posisi Rp 12.700. Ia menilai dengan lambannya belanja pemerintah pada paruh pertama tahun ini, kebutuhan transaksi valas masih minim sehingga nilai mata uang rupiah masih bisa membaik.
"Idealnya segitu, kalau pun melemah banyak disebabkan oleh faktor global tapi sebenarnya Indonesia bisa memperbaiki nilai tukar itu sendiri," ujarnya saat ditemui di acara silahturahmi Menteri Keuangan di Jakarta, Jumat (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih pemerintah akan melakukan belanja demi kepentingan infrastruktur yang kebutuhan komponennya mayoritas harus diimpor
Buyback SUN
Ia menyarankan yang harus dilakukan sekarang selain memperbaiki belanja adalah pemerintah harus membeli kembali (buyback) beberapa Surat Utang Negara (SUN) atau obligasi yang pernah dilelang.
"Harus dibeli kembali kemudian ditukar dengan utang luar negeri, nah itu salah satu cadangan yang bisa menguatkan nilai tukar kita. Karena saat ini nilai tukar kita lebih terpengaruh oleh portofolio, jadi keluar masuknya uang. Kalau diganti dengan utang luar negeri cenderung bisa stabil," jelasnya.