Berdasarkan notice to airmen (notam) bernomor C0574/15, Bandara Babulah ditutup hingga pukul 17.00 WIT. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat, pagi ini abu vulkanik Gunung Gamalama meninggi hingga 7 ribu kaki dan dapat berdampak buruk pada aktivitas penerbangan di bandara tersebut.
Ketua Harian Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan, Yudhi Sari Sitompul, mengatakan Bandara Babulah dinyatakan terlarang untuk lalu lintas udara sejak Kamis (16/7) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait aktivitas Gunung Raung, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sejak kemarin sudah membuka lalu lintas dari dan menuju empat bandara di Jawa Timur, yakni Bandara Juanda, Surabaya; Bandara Trunojoyo, Sumenep; Bandara Abdulrachman Saleh, Malang; dan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.
Kamis lalu, semburan abu vulkanik Gunung Gamalama tercatat meninggi hingga 1.500 kaki. Hingga pagi ini, BMKG mencatat abu gunung yang terakhir kali meletus pada Desember 2004 itu sudah mencapai ketinggian 7.000 kaki.
Ketua Sub-unit Posko Lebaran 2015 BMKG, Hartono Urip, mengatakan meski ketinggian abu Gunung Gamalama tak lebih dari 10 ribu kaki, tapi abunya tersebar hampir ke seluruh wilayah Pulah Ternate. Kecilnya luas pulau tersebut menjadi pangkalnya.
Selain itu, ketinggian abu vulkanik tidak hanya berpengaruh pada kondisi pesawat saat berada di udara, tapi juga saat lepas landas dan mendarat. (gen)