Sama halnya dengan instansi pemerintah lain, rendahnya daya serap anggaran tersebut tak lepas dari adanya ketakutan para pejabat pada saat memutuskan kebijakan penggunaan anggaran dan panjangnya periode libur para pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian ESDM.
"Serapan anggaran sampai 24 Juli kemarin sebesar 10,4 persen dan diharapkan sampai akhir Juli 12 persen. Kalau untuk belanja modal (targetnya) sekitar 5,5 persen," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait tim khusus, semata-mata (pembentukannya) untuk mengakselerasi percepatan program atau kegiatan yang tentu dampaknya (akan terasa) terhadap peningkatan serapan. Tim khusus ini sifatnya adhoc yang diambil dari PNS juga," tambah Teguh.
Namun, mantan Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Indonesia ini tetap optimistis daya serap anggaran untuk periode Agustus akan jauh lebih baik dan berbeda dari bulan-bulan sebelumnya yakni mencapai 20 persen.
Sudirman meyakini dengan adanya persiapan yang lebih matang dalah hal pengadaan tender daya serap anggaran tahun depan akan lebih baik. Satu diantaranya dengan mempersiapkan dokumen lelang tahun depan lebih awal, yang putusan anggarannya akan diputuskan pada Oktober mendatang.
“Jadi ada dua perbaikan di 2016. Pertama, ada tim khusus untuk mengelola proyek-proyek infrastruktur, dan kedua akan dibuat persiapan tender lebih awal supaya di awal tahun anggaran itu sudah bisa mulai berjalan,” tegasnya. (gen)