Selama Januari-Juni 2015, anak usaha PT Bank Danamon itu baru menyalurkan kredit Rp 16 triliun dari total target tahun ini Rp 34 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurunnya permintaan kredit, lanjut Susila, membuat perusahaan tidak terlalu gencar mencari pendanaan. Namun, Adira tidak menutup peluang penarikan utang murah jika memungkinkan.
"Total portfolio Adira ke Danamon itu Rp 45 triliun, atau sekitar 40 persen dari total kredit Danamon, makanya Danamon tidak bisa tumbuh banyak meskipun kredit segmen UKM dan ritel tumbuh bagus," katanya.
Namun, jelas Susila, penyaluran kredit Danamon masih terbantu oleh kredit kendaraan bekas. Secara porsi pembiayaan, sekitar 60 persen pembiayaan disalurkan untuk kendaraan mobil dan sisanya 40 persen disalurkan untuk kendaraan bekas.
"Untuk pembiayaan mobil bekas meningkat 5 persen dari tahun lalu," ujar Susila.
Kendati persyaratan kredit kendaraan diperlonggar, Susila meyakini pengaruhnay tidak akan terlalu signifikan terhadap pertumbuhan kredit tahun ini. Pasalnya, daya beli masyarakat Indonesia hingga akhir semester II diprediksi masih akan lemah.
"Dalam jangka pendek tidak akan berdampak banyak. Karena orang membeli itu disetir dari daya beli, kalau dilihat akhir tahun trennya agak mengkhawatirkan ya," ujarnya (ags/ags)