"Impor satu pintu, dan harga jual diatur. Harga jual ke pasar jangan terlalu mahal, karena mereka belinya murah. Harga petani juga diatur tidak boleh terlalu rendah. Kita minta PT Garam sebagai penyangga juga, atau Bulog, atau apa. Kita harus lindungi petani," ujarnya saat ditemui di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (31/7).
Susi menyatakan bakal berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan guna mendorong penertiban perdagangan garam impor. Nantinya, persetujuan impor garam diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan setelah melihat rekomendasi impor untuk PT Garam dan asosiasi garam. Sehingga impor hanya boleh dilakukan lewat kedua pihak tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, Susi juga akan mewajibkan perusahaan membeli garam rakyat sebelum mengimpor garam. Jadi misalnya, jika importir ingin mengimpor 100 ribu ton garam, maka mereka harus membeli terlebih dahulu garam rakyat sebanyak 100 ribu ton.
"Saya akan minta, kalau Bulog saja bisa diatur impor berasnya. Garam pun sama. Kalau tidak, kita tetap dipermainkan oleh garam-garam dari luar," ujarnya. (gir/gir)