"Upaya koordinasi dan verifikasi data baru akan dimulai Agustus. Jadi saat ini belum ada upaya identifikasi. Belum ada verifikasi data juga," ujar Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi, Setyorini Tri Hutama di Jakarta, Jumat (31/7).
Meski program distribusi tertutup terbilang molor, bela Rini pemerintah akan tetap menjadikan Batam, Tarakan dan Bali sebagai kawasan percontohan di dalam penerapan mekanisme penjualan gas bersubsidi ini. Pihaknya pun mengaku tengah melakukan koordinasi dengan tiga Pemerintah Daerah tadi untuk mendata siapa saja anggota masyarakat yang berhak memperoleh jatah elpiji 3 kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengkerucut ke Dua Opsi
"Kalau jumlah (warga penerima) yang sudah terkonversi itu mencapai 56 juta pelanggan. Namun kami akan melakukan pendataan ulanh selama dua bulan untuk memvalidasi data tadi," katanya.
Sementara untuk pola pemberian subsidi, cetus Rini, pemerintah lebih condong untuk memberikan kuota sebanyak 3 tabung per bulan, ketimbang memberikan uang yang didepositkan di kartu seperti yang penah diutarakan.
"UKM juga diusulkan tetap dapat 6 sampai 9 tabung per bulan. Tapi lagi-lagi opsi tadi masih dikaji ya," tandas Rini. (gir/gir)