Para pihak tersebut adalah ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) selaku operator Blok Cepu, PT Tripatra-Samsung selaku sub-kontraktor Blok Cepu, dan perwakilan ribuan pekerja di lokasi Engineering, Procurement, and Contructions (EPC) I Blok Cepu yang sempat melampiaskan kemarahannya di tempat kerja akibat kebijakan baru subkontraktor kemarin, Sabtu (1/8).
“Kami akan mengundang para pihak agar kondisi di lokasi proyek minyak Blok Cepu bisa berjalan normal. Sampai saat ini ribuan pekerja proyek Blok Cepu diliburkan,” ujar Hendri dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (2/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan ketika memasuki jam istirahat kerja, ribuan pekerja akan keluar dari lokasi proyek untuk makan siang. Tapi, mereka harus antre karena hanya ada dua pintu keluar yang dibuka oleh pihak keamanan sesuai perintah manajemen, padahal biasanya ada lima pintu.
"Ribuan karyawan yang lama menunggu keluar, akhirnya marah dan merusak mobil dan kantor di proyek minyak Blok Cepu. Namun setelah petugas datang ke lapangan, bisa dikendalikan dan akhirnya pekerja diliburkan,” katanya.
Bupati Bojonegoro Suyoto menyatakan bahwa ada satu mobil yang dibakar dan kantor Tripatra yang dirusak akibat kejadian tersebut. Suyoto memastikan akan memimpin langsung pertemuan tripartit dengan ExxonMobil, Tripatra, dan perwakilan pekerja. (gen)