Direktur Utama Link Net Roberto Feliciano menjelaskan meningkatnya pendapatan merupakan bukti atas fundemental perseroan yang kuat.
“Kami tetap yakin dapat mencapai target pertumbuhan di tahun ini,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Perseroan terus melakukan perluasan jaringan, di mana saat ini mencakup 1.553.870 homes passed pada 30 Juni 2015,” jelasnya.
Menurutnya, posisi pemimpin pasar memungkinkan perseroan untuk lebih memahami kebutuhan pelanggan, dan dengan demikian mampu menyesuaikan penawaran dan kapabilitas konten dalam rangka memberikan layanan.
“Hal ini terlihat jelas pada rasio paket combo perseroan, di mana 94 persen dari pengguna layanan Link Net merupakan pelanggan kedua layanan Broadband dan televisi berbayar, serta peningkatan ARPU menjadi Rp 415 ribu dalam semester pertama 2015,” ungkap Robert.
Lebih lanjut, dalam kinerja keuangan, laba usaha semester pertama 2015 meningkat 20 persen menjadi Rp 478 miliar, sementara laba bersih meningkat 13 persen mencapai Rp 314 miliar.
“Penerapan struktur manajemen biaya yang disiplin dan keunggulan operating leverage memungkinkan kami untuk mempertahankan margin laba usaha yang tinggi, yang berada pada tingkat 39 persen pada semester pertama 2015,” jelasnya.
Pada tanggal 30 Juni 2015, Link Net mengumumkan transaksi akuisisi 51 persen saham FMTV dengan jumlah sekitar Rp 10 Miliar. Menurut Roberto, akusisi ini sejalan dengan strategi Link Net untuk meningkatkan nilai pemegang saham melalui kerjasama yang lebih baik dalam layanan televisi berbayar.
Lepas Saham
Seperti diketahui, Link Net saat ini tengah mengkaji sejumlah calon pembeli saham perseroan. Manajemen menyatakan proses pelepasan saham perseroan bakal berlangsung tidak lama lagi karena perseroan memperkirakan daftar pembeli akan segera keluar dalam bulan ini.
Namun Richard menjelaskan proses penjualan saham tersebut bakal dilakukan oleh para bank yang ditunjuk, bukan Link Net sendiri. Ia mengatakan yang tersebut adalah Credit Suisse dan Citibank.
"Nanti mereka yang menentukan shortlist (daftar pembeli) karena ini secondary share," jelas Richard.
Seperti diketahui sebelumnya, beberapa pihak sudah menyatakan ketertarikannya untuk meminang 33,82 persen saham Link Net dari PT First Media Tbk. Perusahaan tersebut antara lain PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Selain keduanya, pesaing lain adalah Grup MNC melalui PT Global Mediacom Tbk (BMTR).