Direktur Utama Jamkrindo Diding S. Anwar menjelaskan peningkatan laba disebabkan oleh naiknya imbal jasa penjaminan, pendapatan investasi dan pendapatan lain-lain yang diperoleh selama paruh pertama 2015.
Laba bersih tersebut ditopang oleh meningkatnya volume penjaminan kredit yang hingga 30 Juni 2015 tercatat sebesar Rp 25,85 triliun atau tumbuh 150,2 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Melihat kinerja perusahaan sampai semester I, Diding mengaku yakin hingga akhir 2015 Jamkrindo mampu mencapai target volume penjaminan sebesar Rp 81,78 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Penjaminan Jamkrindo Bakti Prasteyo menambahkan meskipun volume penjaminan kredit masih didominasi penjaminan bank, namun sektor penjaminan nonbank mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Tercatat penjaminan nonbank tumbuh 451,94 persen dari sebelumnya hanya Rp 702,29 miliar di semester I 2014 menjadi Rp 3,17 triliun pada semester I 2015.
Fokus Maritim
Untuk meningkatkan kinerja di semester II, Diding menyatakan perusahaan akan lebih fokus lagi merambah penjaminan di sektor kemaritiman terutama untuk usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi (UMKMK).
Diding juga bertekad untuk terus meningkatkan kapabilitas dan kapasitas SDM di internal perusahaannya. Hal ini sebagai upaya antisipasi terhadap akan segera disahkannya RUU Penjaminan yang saat ini sudah dalam tahap amanat presiden (Ampres).
“Nantinya akan ada pendampingan sehingga kami harus siap dengan SDM dan bila perlu kami bertekad akan ada ahli di bidang penjaminan, packaging dan pemasaran khususnya untuk sektor UMKMK,” kata Diding. (gen)