Dalam keterangan resmi BI menilai perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya, guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senior Ekonom Standard Chartered Bank Eric Sugandi mengatakan seharusnya bulan Juli cadangan devisa bisa tergerus lebih banyak akibat kebutuhan dolar yang tinggi di sektor korporasi akibat pembayaran deviden. Diperkirakan selama itu BI melakukan intervensi pasar dengan menggelontorkan sejumlah cadangan devisa.
Seperti diketahui akhir Juli kemarin pemerintah menerbitkan surat utang berdenominasi Euro atau Euro Bond sebesar 1,25 miliar euro atau ekuivalen Rp 18,47 triliun.
Euro bond seri RIEUR0725 itu dilelang pada Kamis (23/7) waktu Eropa, dengan total penawaran yang masuk mencapai 2,4 miliar euro atau sekitar Rp 35,46 miliar. Penawaran tersebut 1,9 kali lebih besar dari yang diserap pemerintah. (ded/ded)