Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Andrinof Chaniago mengatakan dana tersebut baru akan dicairkan setelah Pemerintah Indonesia memberikan daftar proyek-proyek yang diperuntukkan bagi para investor Negeri Tirai Bambu.
"Delegasi China datang ke kantor kami untuk memberikan peluang investasi senilai US$ 100 miliar. Kami belum tahu proyek apa saja yang akan dibiayai oleh mereka, karena kami perlu merinci proyek apa saja yang kami inginkan untuk mereka danai," jelas Andrinof di kantornya, Selasa (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nota kesepahaman kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) proyek ini telah ditandangani bersamaan dengan lawatan Presiden Jokowi saat Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) di Beijing pada November tahun lalu.
Khusus untuk pendanaan kereta cepat ini, kata Andrinof, Pemerintah China memberikan kesempatan kepada delapan konsorsium perusahaan BUMN dan swasta China untuk menggelontorkan uang ke proyek yang dijadwalkan selesai 2018 tersebut.
"Sisa proyeknya nanti kita list lagi, terutama proyek-proyek yang berlokasi di daerah. Info yang mereka dapat kan terbatas, mereka belum tahu Kalimantan butuh apa lagi, Sumatera daerahnya seperti apa," tutur Andrinof.
Pada tempat yang sama, Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi China, Xu Shaoshi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi rencana pembangunan infrastruktur Indonesia yang tercantum di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 hingga 2019.
"Kami apresiasi tinggi rencana pemerintah yang sudah menetapkan lima sektor prioritas yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan. Melihat hal tersebut, kami sudah berjanji akan melakukan kerjasama lebih lanjut lagi," ucapnya. (ags)