“Dari sisi sentimen tampaknya belum akan ada hadirnya sentimen positif sehingga membuat IHSG berpotensi melanjutkan pelemahannya,” ujar Reza dikutip dari riset, Rabu (12/8).
Selain kurang meyakinkannya pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjanjikan belanja pemerintah secara besar-besaran untuk menggenjot infrastruktur pemicu pertumbuhan ekonomi, pelaku pasar justru dikejutkan dengan kembali anjloknya rupiah setelah sebelumnya bergerak stagnan. Pelemahan ini terkait dengan kebijakan China yang mendevaluasi mata uang Yuan-nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika IHSG benar melanjutkan pelemahan akibat pelaku pasar lebih memilih untuk menghindari pasar modal, hal itu semakin membuat IHSG akan kehilangan momentum kenaikannya.
“Namun demikian, kami hanya bisa berharap agar pelemahan dapat lebih terbatas dan aksi jual dapat berkurang. Tetap mewaspadai sentiment yang akan muncul dari pelemahan Rupiah dan kembalinya asing kompak menjual yang melorotkan IHSG,” kata Reza.