Pemerintah China beralasan penurunan mata uang yuan sangat bermanfaat untuk mendongkrak nilai ekspor negara Tirai Bambu.
Dikutip dari Reuters, nilai tukar yuan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencapai level terendah yakni 6.4510 yuan per dolar, angka tersebut merupakan yang terendah sejak Agustus 2011.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Devaluasi yang dilakukan oleh PBOC dinilai memicu adanya perang kurs (currency war) dan pendapat bahwa pemerintah China mendorong ekspor dengan cara yang tidak sehat.
Setelah yuan terpelosok dalam sejak dua hari lalu, banyak bank pelat merah China yang terpaksa menjual dolar. Akibat aksi tersebut nilai yuan sempat tertolong di spot market. Tercatat nilai yuan sempat menguat pada penutupan pasar Selasa lalu di level 6.3870 yuan per dolar.
Penurunan nilai yuan juga menyeret nilai mata uang negara Asia lainnya, seperti ringgit Malaysia dan rupiah yang menyentuh titik terendah sejak 17 tahun lalu.
Dolar Australia dan Selandia Baru juga jatuh ke titik terendah sejak enam tahun lalu. (gen)