“Pembalikan yang terjadi diharapkan dapat membuat peluang untuk penguatan kembali. Apalagi jika didukung dengan sentimen positif di pasar,” ujar Reza melalui riset dikutip Jumat (14/8).
Salah satu sentimen yang dinanti para investor pasar modal hari ini adalah pidato nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 yang akan dibacakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jika dalam pidatonya Jokowi mampu mengembalikan kepercayaan pasar, maka mulai positifnya laju bursa saham Asia yang kemarin memberi sentimen positif bagi IHSG diharapkan akan berlanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza menyebut salah satu faktor utama yang membuat IHSG menguat kemarin adalah membaiknya nilai tukar rupiah akibat berkurangnya devaluasi yuan, mata uang China. “
Bank sentral Tiongkok sengaja kali ini tidak terlalu agresif dalam mendevaluasi Yuan agar tidak terjadi currency war yang dapat membuat pasar panik. Rupiah pun dapat mengambil kesempatan untuk menguat meski hanya sementara dengan diperdagangkan pada rentang Rp 13.753 - Rp 13.740 per dolar Amerika Serikat (AS).