Menurut Jokowi, masalah pertama yang bersinggungan dengan ekonomi rakyat adalah di bidang pangan. Pemerintah menurutnya belum bisa mencapai kedaulatan pangan sehingga masih bergantung pada bahan pangan impor. Akibatnya, harga pangan di Indonesia sangat tidak stabil.
Belakangan, pemerintah justru disibukkan oleh kelangkaan daging sapi di pasar sehingga memaksa Kementerian Perdagangan menerbitkan izin impor puluhan ribu sapi bagi Perusahaan Umum Bulog guna menekan harga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah kedua yang menghambat perputaran roda ekonomi negeri menurut mantan Walikota Solo adalah minimnya moda transportasi massal di hampir seluruh wilayah Indonesia. Pekerjaan rumah tersebut menjadi bagian dari rencana pembangunan infrastruktur yang belum bisa disediakan pemerintah.
Defisit Energi
“Kita masih menghadapi masalah ketersediaan tenaga listrik untuk menopang kehidupan warga dan pembangunan ekonomi. Ditambah lagi, produksi bahan bakar minyak (BBM) masih defisit sekitar 600 ribu barel per hari,” keluhnya.
Lima masalah utama tersebut menurut Jokowi harus bisa mulai diperbaiki pemerintah dalam sisa tahun berjalan oleh para menteri Kabinet Kerja. Namun, ia juga meminta seluruh masyarakat maupun institusi resmi seperti lembaga penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, media massa, dan partai politik untuk tidak membuat bangsa ini terjebak pada lingkaran ego masing-masing.
“Hal ini tentu saja menghambat program aksi pembangunan, budaya kerja, semangat gotong royong, dan tumbuhnya karakter bangsa,” kata Jokowi. (gen)