JK menitahkan, seluruh Pemda harus bisa membantu pemerintah pusat mempercepat penyerapan anggaran baik anggaran rutin, maupun anggaran belanja modal dan barang. Bagi Pemda yang tidak bisa melakukan hal tersebut, maka pemerintah pusat akan memotong anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) yang setiap tahun diberikan.
“Punishment akan terjadi sendiri. Karena kalau tidak terserap berarti masyarakatnya akan kena, kekurangan lapangan kerja, kekurangan pembangunan, dan tentu setelah kita lihat, bisa-bisa dikurangi anggarannya karena dianggap tidak mampu," kata JK di kantornya, Jakarta, Sabtu (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"2016 harus disiapkan segala perencanannya pada 2015, proyek jalan-jalan, pengairan, gambar, desain-nya sudah ada jadi tinggal dimulai. Untuk mendorong ini, Bappenas kita perkuat," kata JK.
Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, secara nominal dana yang ditransfer ke daerah pada tahun depan lebih tinggi dari alokasi belanja kementerian/lembaga (K/L). Porsinya membengkak seiring dengan penambahan dana perimbangan, yakni DAK dan Dana Insentif Daerah (DID).
Sementara untuk DID 2016, pemerintah merencanakan alokasi sebesar Rp 5 triliun atau ditambah Rp 3,3 triliun dibandingkan jatah tahun ini.
Masuk pula dalam struktur transfer daerah dana otonomi khusus dan dana keistimewaan DIY sebesar Rp 19,5 triliun, lebih tinggi Rp 1,8 triliun dibandingkan pagu tahun ini Rp 17,7 triliun.
Apabila pada tahun ini pemerintah menganggarkan dana transfer lainnya sebesar Rp 102,7 triliun, maka pada tahun depan tak ada penjatahan untuk itu. (gen)