“Ada baiknya Garuda memperkuat rute gemuk ke Timur Tengah. Jemaah umrah yang sekitar 5 ribu orang sehari itu perlu digarap serius,” ujar ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri dikutip dari kajiannya, Selasa (18/8).
Menurut Faisal, jika Airbus A350 tersebut terbukti cocok untuk melayani penerbangan ke Timur Tengah, maka tidak ada masalah jika Garuda melanjutkan pemesanannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain meningkatkan frekuensi penerbangan ke Timur Tengah dan membidik pasar jemaah umrah, Faisal menilai rute domestik juga masih sangat besar potensinya untuk dikembangkan.
Rizal mengaku tidak ingin Garuda kembali bangkrut, akibat harus berutang untuk memesan 30 unit pesawat Airbus besutan baru pabrikan asal Perancis. Pasalnya maskapai pelat merah itu menurut Rizal ingin menggunakan A350 XWB sebagai armada yang melayani penerbangan rute-rute baru menuju eropa.
"Saya tidak ingin Garuda bangkrut lagi. Karena sebulan yang lalu beli pesawat dengan pinjaman US$ 44,5 miliar dari China Aviation Bank untuk beli pesawat Airbus 350 sebanyak 30 unit. Itu hanya cocok Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa," ujar Rizal beberapa waktu lalu. (gen)