“Dalam Las Vegas Market 2015 (kemarin), Paviliun Indonesia penuh sesak dengan pengunjung dan bukukan transaksi sebesar US$ 1,5 juta. Publik AS memberikan sambutan yang sangat positif pada produk furnitur asal Indonesia,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan Ani Mulyati saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (18/8).
Ani mengungkapkan, adanya keyakinan terhadap peningkatan produk furnitur Indonesia juga tak lepas dari adanya pertumbuhan angka kebutuhan produk furnitur di AS, khususnya untuk produk rumah tangga yang pada 2019 mendatang diprediksi menembus angka US$ 178 miliar. Di mana angka tersebut mengalami peningkatan 4,2 persen per tahun dibandingkan total kebutuhan furnitur tahun lalu yang telah mencapai US$ 148 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari hal itu, Nus bilang pemerintah Indonesia pun optimistis produk housing furniture and décor Indonesia masih dapat ditingkatkan dengan memasok produk-produk yang sesuai pergerakan selera pasar dan mode interior design.
“Furnitur modern minimalis dengan aksen natural, klasik, dan menggunakan warna-warna solid sudah jadi selera mutlak di AS. Perkembangan positif ini diharapkan dapat menjadi peluang yang dapat terus diambil Indonesia untuk terus memacu pertumbuhan ekspor furnitur secara maksimal ke AS,” tandas Nus. (dim/gen)