"Masalah ini, sekali lagi ingin saya tekankan, masalah serapan anggaran. Penyerapan anggaran, terutama untuk belanja modal ini masih kecil sekali," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (19/8).
Terkait hal ini, Jokowi meminta Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro untuk mengungkapkan angka pasti penyerapan anggaran kementerian. Samar-samar Bambang menjawab, "sekitar 20 persen, Pak Presiden."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian memerintahkan kepada seluruh menteri untuk memprioritaskan permasalahan ini di internalnya masing-masing. Pasalnya, rendahnya penyerapan anggaran pemerintah bakal mengurangi stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Jadi sekali lagi, konsentrasi ke penyerapan anggaran. Duitnya ada!" ucap Jokowi menegaskan.
Sebagai informasi, alokasi anggaran belanja pemerintah pusat di APBNP 2015 ditetapkan sebesar Rp 1.319,5 triliun. Sekitar 60 persen dari alokasi anggaran tersebut, atau sebesar Rp 795,5 triliun disebar ke seluruh kementerian/lembaga (K/L) untuk dibelanjakan.
Dengan demikian, realisasi belanja K/L sejak Januari hingga saat ini baru sekitar Rp 159,1 triliun. (ags/gen)