Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi menjelaskan, perusahaannya akan memberikan batas waktu pengembalian (tenor) atas obligasi tersebut antara 5-10 tahun dengan menawarkan bunga atau kupon di bawah 10 persen.
“Kami akan bekerjasama dengan Danareksa dan beberapa perusahaan lainnya dalam menerbitkan obligasi ini. Dananya akan kami gunakan untuk membantu membangun Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, melakukan pengerasan landasan, membangun Bandara Kertajati, dan lainnya,” ujar Budi melalui keterangan pers, Minggu (23/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Mengapa dari obligasi, agar net cash flow kami bertambah. Jadi mau bangun yang lain gampang. Selain itu, obligasi ini mengajarkan kami untuk lebih bekerja profesional karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengontrol kami,” kata Budi.
Sementara kebutuhan belanja modal perusahaan sendiri diperkirakan mencapai Rp 52,7 triliun hingga tahun 2021 yang akan dialokasikan bagi pengembangan 13 bandara yang berada di bawah otoritas perusahaan pelat merah ini.
Untuk tiga tahun pertama, sebagian besar investasi akan difokuskan untuk mencapai target 15 juta penumpang dengan estimasi pendanaan sebesar Rp 34,7 triliun.
“Tahun depan kami sudah berhitung kebutuhan belanja modal kami sekitar Rp 20 triliun,” katanya.