"Jumat (21/8) kemarin market juga bergejolak, in case pasar memburuk dan banyak yang tidak mau memegang surat utang, kami lakukan buyback," ujar Robert di kantornya, Senin (24/8).
Transaksi beli kembali surat utang negara (SUN) tersebut dilakukan Kemenkeu pada Rabu (12/8) dengan melaksanakan transaksi pembelian kembali SUN secara langsung di pasar sekunder dengan menggunakan fasilitas dealing room Direktorat Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara langkah buyback kedua kali dilakukan pada Jumat (21/8) secara langsung di pasar sekunder dengan menggunakan fasilitas dealing room DJPPR.
Seri lain yang dibeli kembali yaitu FR0036 sebanyak 180 ribu unit senilai Rp 180 mliar. Seri berkupon 11,5 persen dan jatuh tempo 15 September 2019 tersebut dibeli di harga rerata tertimbang 109,95 persen. Transaksi ini bertujuan mengelola portofolio SUN dengan sasaran menarik seri-seri obligasi negara fixed rate yang kurang liquid.
“Transaksi ini sekaligus memberikan dukungan untuk SUN yang umumnya sedang mengalami tekanan jual,” ujar Robert.
Robert tidak menampik jika keadaan rupiah hari ini yang menembus Rp 14 ribu mampu menyebabkan arus modal keluar lebih besar pada penutupan perdagangan hari ini Jika hal itu terjadi lagi, ia mengaku pemerintah siap melakukan buy back.
"Hari ini juga akan kami pantau kalau di penutupan hari ini banyak capital outflow tentu kami sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) kalau diperlukan buyback. Kami tidak mau over react, kami tahu pasar sedang merah, tapi kalau diperlukan buyback kami akan lakukan," ujar Robert. (gen)