Rizal menyadari tindakan ini akan mendapatkan penolakan Pelindo II karena operator pelabuhan pelat merah itu memiliki anak perusahaan, PT Multi Terminal Indonesia yang bergerak di bisnis jasa angkut (trucking).
“Dari dulu berantem antara Pelindo (II) dan PT Kereta Api. Pelindo tidak mau ada jalur kereta api barang masuk ke tempat loading (bongkar) and uploading (muat) karena mungkin bisnisnya, kalau ada kereta api, bisa berkurang,” kata Rizal pada konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (25/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami mau tegas, kali ini tidak ada lagi penolakan kalau ada penolakan kita kepret,” tegasnya.
Berkaca dari pengalaman Jepang yang karakteristiknya hampir sama dengan Indonesia, moda transportasi kereta api dianggap tidak efisien sebagai angkutan barang. Disebutkan Lino, pangsa pasar (market share) moda transportasi kereta api sebagai angkutan barang hanya 3,6 persen per tahun di negeri sakura. Sementara itu, di daratan Eropa pangsa pasar angkutan kuda besi hanya sekitar 10 persen.
“Jadi buat apa kita bangun sesuatu dimana contohnya sudah kaya begitu,” kata Lino usai menghadiri sebuah acara diskusi di Jakarta, Senin (24/8) kemarin. (ags)