Sancoyo Antarikso, Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia mengatakan, kenaikan harga terjadi di semua jenis produk. Namun, ia tak merinci besar kenaikan per jenis barang yang diproduksinya.
"Peningkatan harga telah kami lakukan pada bulan ini sebesar 1 persen rata-rata untuk semua produk. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS tak bisa dihindari karena 55 persen beban produksi kami berhubungan dengan nilai tukar," jelasnya di Cikarang, Selasa (25/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi seberapa besar kenaikan harga produknya juga harus dilihat dari seberapa besar pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS. Dengan demikian, kami juga belum menentukan angka prediksi kenaikan harga beberapa waktu ke depan," tuturnya.
Sebagai gambaran terjadinya pelemahan rupiah pada tahun ini, pada kuartal II Bank Indonesia mencatat adanya pelemahan Rupiah secara rata-rata sebesar 2,47 persen dibanding kuartal sebelumnya dengan rata-rata nilai tukar di angka Rp 13.131 per Dollar AS. Sedangkan dari Januari hingga Juli tahun ini, Rupiah sudah terdepresiasi sebesar 8,5 persen dengan angka bulanan rata-rata sebesar 1 persen.