Mengejar Lebah Penghasil Propolis di Pedalaman Sumatera Utara

Deddy Sinaga, CNN Indonesia | Sabtu, 29/08/2015 11:07 WIB
Mengejar Lebah Penghasil Propolis di Pedalaman Sumatera Utara Kotak penampungan lebah trigona, di Pakpak Bharat, Sumatera Utara. (CNN Indonesia/Deddy Sinaga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Siapa tak mengenal propolis, produk dari madu lebah yang diklaim mampu menyembuhkan banyak penyakit? Produk yang banyak beredar di Indonesia ini sebagian masih diimpor dari mancanegara.

Padahal, propolis bisa didapat di Indonesia. Salah satunya dari daerah pelosok di Kabupatan Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Berada di kungkungan hutan lindung, masyarakat Desa Kuta Meriah, Kecamatan Kerajaan, Pakpak Bharat, kini sedang menangkarkan lebah trigona, penghasil propolis.

Ditemui di Desa Kuta Meriah, Rabu (26/8), Amharuddin Tinendung, salah seorang warga desa itu, mengatakan masyarakat sebetulnya sudah lama mengenal lebah trigona. Tapi mereka belum tahu bahwa trigona bisa menghasilkan propolis yang mahal.

Sehari-hari penduduk desa ini memanfaatkan hasil hutan, termasuk lebah dan madunya. Total ada 250 hektare hutan yang dijaga kelestariannya di desa tersebut.

Trigona memiliki karakteristik berbeda dengan lebah madu umumnya. Aam Hasanudin, dari Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli, Kementerian Kehutanan, mengatakan trigona adalah lebah yang kurang agresif.

Karena sifatnya yang kurang agresif, lebah ini lebih mudah dipelihara. Di sisi lain, lebah ini pun tak memiliki perilaku hijrah dan tak memiliki sengat sehingga tak berbahaya bagi manusia.

Lebah trigona mampu menghasilkan propolis mentah yang nilainya Rp 300 ribu per kilogram. Lebah ini, kata Aam, mampu memproduksi 70 gram propolis per empat hari. Dalam satu bulan bisa panen 4-5 kali dengan total sekitar 280 gram.

Dengan kotak pemeliharaan, kalau ada 10 kotak, maka akan dihasilkan propolis sebanyak 2,8 kilogram per bulan.

“Saya selalu meminta ke masyarakat silakan memproduksi banyak, saya akan tampung,” kata Aam. “Tidak akan sulit memasarkannya.”


(gen)


ARTIKEL TERKAIT