Padahal, propolis bisa didapat di Indonesia. Salah satunya dari daerah pelosok di Kabupatan Pakpak Bharat, Sumatera Utara.
Berada di kungkungan hutan lindung, masyarakat Desa Kuta Meriah, Kecamatan Kerajaan, Pakpak Bharat, kini sedang menangkarkan lebah trigona, penghasil propolis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari-hari penduduk desa ini memanfaatkan hasil hutan, termasuk lebah dan madunya. Total ada 250 hektare hutan yang dijaga kelestariannya di desa tersebut.
Lebah trigona mampu menghasilkan propolis mentah yang nilainya Rp 300 ribu per kilogram. Lebah ini, kata Aam, mampu memproduksi 70 gram propolis per empat hari. Dalam satu bulan bisa panen 4-5 kali dengan total sekitar 280 gram.
Dengan kotak pemeliharaan, kalau ada 10 kotak, maka akan dihasilkan propolis sebanyak 2,8 kilogram per bulan.
“Saya selalu meminta ke masyarakat silakan memproduksi banyak, saya akan tampung,” kata Aam. “Tidak akan sulit memasarkannya.” (gen)