Namun secara nasional, Rini menargetkan program e-cash di seluruh jalan tol (e-toll) yang melibatkan Himpunan Bank Negara (Himbara) ini baru akan efektif diterapkan secara nasional pada akhir tahun depan.
"Kartu tol ini adalah kartu non cash yang saya harapkan bisa dipakai di seluruh jalan tol yang dimiliki oleh Jasa Marga dalam tiga bulan ini. Dan di 2016 akhir saya ingin seluruh jalan tol yang tidak hanya dikelola oleh Jasa Marga juga bisa menerapkan e-toll ini," ujar Rini dalam acara penandatangan nota kesepahaman antara Bank BUMN dengan Jasa Marga di Gerbang Tol Kapuk, Jakarta, Senin (31/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi saat malam, gardu tol rawan dirampok. Dengan e-cash gerbang-gerbang di tol tidak perlu menyediakan uang tunai, sehingga membuat aman para pekerja tol," ujarnya.
Sebelumnya, pada 19 Juni 2015 Jasa Marga dan Jasamarga Bali Tol bersama Bank Mandiri, BRI dan BNI telah melakukan uji coba implementasi pembayaran elektronik ini di jalan tol Bali Mandara.
Tol tersebut memiliki 20 unit gardu tol, di mana enam diantaranya berada di Nusa dua, tujuh gardu di Ngurah Rai dan tujuh gardu di Benoa. Dari total gardu tol tersebut, sebanyak 11 diantaranya adalah gardu tol otomatis (GTO) yang tersebar di Nusa Dua sebanyak tiga gardu, Ngurah Rai sebanyak empat gardu dan Benoa sebanyak empat gardu.