"Kalau tidak bulan ini, groundbreaking akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Sekarang tinggal mencari jadwal Presiden (untuk meresmikan) sambil menunggu penyelesaian PPA (power purchase agreement) oleh PLN," ujar Agung Wicaksono, Penanggungjawab Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional (UKP3KN) di Jakarta, Rabu (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangkit baru ini rencananya akan berdiri atas tanah milik Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) di desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Cirebon.
"Sekarang lahan sudah bisa dipakai, tinggal beresin perjanjian antara IPP (Independent Power Producer) dan KLH. Kalau beres, sudah bisa PPA dan GB," jelas Agung.
Pada kesempatan berbeda, PT PLN (Persero) selaku pembeli tenaga listrik PLTU Cirebon mengaku tengah menyelesaikan proses PPA yang ditargetkan selesai bulan ini. Akan tetapi, Adi Supriono Sekretaris Perusahaan PLN masih belum mau mengungkap besaran harga pembelian daya listrik tersebut.
"Kalau PPA masih dihitung dan masih disiapkan teman-teman di PLN. Kalau untuk penyelesaian proyek targetnya 4 tahun lah dari groundbreaking sampai listriknya ngalir atau di 2019," tutur Adi. (ags/gen)