Harga Batubara Kontrak September Kembali Rontok

Diemas Kresna Duta | CNN Indonesia
Jumat, 04 Sep 2015 18:18 WIB
Kembali turunnya harga batubara dalam beberapa bulan terakhir tak lepas dari adanya pelemahan kondisi ekonomi dunia. Kegiatan penambangan dan pengangkutan batubara milik PT Adaro Energy Tbk (ADRO). (Dok. Adaro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melansir Harga Batubara Acuan (HBA) Indonesia pada titik serah freight on board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) periode September 2015 berada di level US$ 58,21 per ton. HBA bulan ini tercatat turun 1,5 persen dibandingkan HBA Agustus kemarin sebesar US$ 59,14 per ton

“Harga bulan ini turun lagi. Sekarang US$ 58,21 per ton," ujar Adhi Wibowo, Direktur Pengusahaan Batubara Ditjen Minerba di kantornya, Jakarta, Jumat (4/9).

Adhi mengungkapkan kembali turunnya HBA dalam beberapa bulan terakhir tak lepas dari adanya pelemahan kondisi ekonomi dunia yang berdampak pada turunnya jumlah permintaan batubara secara global. Dengan turunnya jumlah permintaan menjadikan harga batubara di beberapa pasar komoditas turut anjlok.


HBA sendiri merupakan rata-rata harga jual dari empat indeks meliputi Indonesia Coal Index, Index Platts 59, New Castle Export Index dan New Castle Global Coal Index yang juga turut terdampak.

"Makanya saya suruh cepat ubah formula agar harga yang di Oktober sudah harga baru," tutur Adhi,

Sebelumnya guna menyiasati terus anjloknya HBA Indonesia dalam beberapa bulan terakhir pemerintah tengah menggodok formula baru dari pembentukkan harga jual batubara. Berangkat dari hal itu, Adhi pun menargetkan formula pembentukan HBA baru baru dipakai mulai Oktober ini.

"Sekarang kan masih ikut indeks lain, atau masih ikut harga di pembeli. Jadi (ketika ada apa-apa) sangat terpengaruh oleh situasi internasional yang bisa mencerminkan kondisi tidak riil,” tandas Adhi. (gen/gen)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER