Bos Adhi Karya yakin Proyek LRT Bantu Kurangi Macet Jakarta

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 09/09/2015 09:40 WIB
Bos Adhi Karya yakin Proyek LRT Bantu Kurangi Macet Jakarta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (kiri) Basuki Hadimuljono dan Dirut PT Adhi Karya Kiswodarmawan memberikan penjelasan pembangunan LRT, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/5). (Dok. Sekretariat Kabinet).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Adhi Karya Tbk menyatakan siap membangun prasarana kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) terintegrasi Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) sepanjang 125,1 kilometer (km) yang ditargetkan selesai 2018. Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menuturkan LRT merupakah salah satu moda transportasi massal yang ramah lingkungan dan diharapkan bisa membantu mengurangi kemacetan Jakarta dan sekitarnya.

Berbeda dengan kereta rel listrik (KRL) yang melaju di darat, Kiswodarmawan mengatakan pembangunan LRT akan dilakukan secara melayang (elevated) berbasis rel di atas ruang milik jalan tol dan non tol.

"Hal tersebut memungkinkan pembebasan lahan seminimal mungkin sekaligus mengoptimalkan lahan yang telah dimiliki oleh pemerintah," kata Kiswodarmawan dalam acara groundbreaking proyek LRT di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (9/9).


Pembangunannya akan dibagi dalam dua tahap besar yaitu tahap IA, untuk rute Cibubur – Cawang –Dukuh Atas sepanjang 24,2 kilometer (km) dan tahap IB untuk rute Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 km.

Lintasannya tahap I akan terbagi tiga meliputi Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 km, Bekasi Timur-Cawang 17,9 km, dan Cawang-Dukuh Atas 10,5 km yang terdiri dari pembangunan 21 stasiun.

Kiswodarmawan mengatakan pembangunan tahap I akan dimulai pada kuartal akhir 2015 dan direncanakan rampung pada awal 2018.

Sementara itu, tahap II sepanjang 41,5 km akan terdiri dari tiga lintas pelayanan Cibubur-Bogor 30,5 km, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan 5,5 km, dan Palmerah Grogol 5,5 km. Dengan jumlah stasiun yang dibangun sebanyak 10 stasiun.

Angkut 24 ribu Penumpang

Ia menambahkan, daya angkut harian dengan konfigurasi enam set rangkaian kereta adalah 24 ribu penumpang per jam per lintasan tujuan (per hour per direction/PHPD) dengan jeda (head way) dua menit saat peak. Kecepatan rangkaian diperkirakan sekitar 60-80 km per jam dan digerakkan dengan tenaga listrik sebesar 1.500 volt.

"Lebar track (LRT) sama dengan track KAI (PT Kereta Api Indonesia)," kata Kiswodarmawan.

Sementara struktur prasarana dibangun Adhi Karya menggunakan pondasi tiang pancang berdiameter 100 cm dan 80 cm dengan pilar dan girder dari beton precast dan pretest.

"Sehingga praktis dan tidak mengganggu traffic," katanya.

Untuk pembangunan proyek LRT, Adhi Karya telah mendapatkan tambahan modal dari pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 senilai Rp 1,4 triliun dan dana dari publik melalui mekanisme right issue Rp 1,35 triliun.

Berikut daftar stasiun per lintasan LRT:

1. Cibubur - Cawang: Cibubur - Ciracas - Kampung Rambutan - TMII - Cawang 1

2. Bekasi Timur - Cawang: Bekasi Timur - Bekasi Barat - Cikunir - Jati Bening - Halim - Cawang 2

3. Cawang - Dukuh Atas: Cawang 2 - Cikoko - Pancoran - Smesco - Kuningan - Soematri B - Kuningan Sentral - Dukuh Atas

4. Cibubur - Bogor: Cibubur - Gunung Putri - Cibinong - Sirkuit Sentul - Sentul - Baranangsiang

5. Dukuh Atas - Palmerah - Senayan: Dukuh Atas - Palmerah - Gelora - Senayan

6. Palmerah - Grogol: Palmerah - Tomang - Grogol