"Kebetulan lahannya milik Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Silakan saja, asal jangan mengganggu lalu lintas di tol, jangan sampai ada LRT jadi mengganggu pandangan dan terjadi kecelakaan," ujar Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman ketika ditemui di acara groundbreaking LRT di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (9/9).
Menurut Adityawarman, Adhi Karya sebagai kontraktor pelaksana LRT telah memenuhi syarat keamanan dan keselamatan dari perseroan. Sejauh ini, Adityawarman yakin keberadaan LRT terintegrasi tidak akan mengganggu aktivitas pengguna jalan tol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan tahap I mencakup pembangunan 21 stasiun LRT dan akan dimulai pada kuartal akhir tahun 2015 hingga awal 2018.
Sementara itu, tahap kedua (tahap II) panjangnya 41,5 km dan terdiri dari tiga lintas pelayanan Cibubur-Bogor 30,5 km, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan 5,5 km, dan Palmerah Grogol 5,5 km. Adapun jumlah stasiun yang dibangun ada 10 stasiun. Pembangunan tahap II diperkirakan baru akan dimulai awal 2016 hingga akhir 2018. (gen)