“Laju IHSG di atas area target support 4250-4285 namun, masih di bawah target resisten 4385-4410. Meski terjadi penguatan namun, kami melihat cenderung terbatas seiring masih adanya aksi ambil untung jangka pendek,” kata Reza dalam risetnya, dikutip Kamis (10/9).
Ia menambahkan terlebih IHSG masih memiliki utang gap di level 4237-4295 sehingga rentan terjadinya pembalikan arah jika sentimen yang ada kurang memberikan sentimen positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pasar justru mencermati pemberian paket stimulus dari pemerintahan China untuk meredakan gejolak pasar yang terbukti mampu memberikan sentimen positif pada laju mata uang Asia. Rupiah pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk dapat menguat,” ujarnya.
Laju rupiah tercatat berada di atas target resisten 14.272. Rp 14.256-14.230 (kurs tengah BI). (gen)