Namun ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri sangat menyayangkan di tengah upaya serius memperbaiki ekonomi negeri, masih ada pejabat negara yang sering silang pendapat di muka umum.
Faisal mencontohkan yang terbaru adalah munculnya fenomena Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang sering melontarkan pernyataan yang menyudutkan pejabat setingkat menteri lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua hal tersebut menurut Faisal yang notabene pengamat kebijakan di luar pemerintahan, sudah direncanakan lama melalui kajian yang mendalam. Faisal menilai sangat penting bagi Indonesia untuk memiliki tangki timbun untuk meningkatkan cadangan minyak dari 18 hari menjadi 30 hari demi ketahanan energi.
Dibutuhkan Kekompakan
Demikian pula dengan proyek listrik 35 ribu Megawatt (MW), yang menurut Faisal sudah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal dirinya memimpin Indonesia. Namun tanpa koordinasi, Rizal justru meminta PT PLN (Persero) untuk meninjau ulang target tersebut.
“Lalu, tindakannya yang demonstatif menghancurkan beton yang menutupi rel di pelabuhan Tanjung Priok. Kalau ada mafia di Pertamina dan di Pelabuhan Tanjung Priok, enyahkanlah dengan cara yang beradab. Kalau menteri kompak saja belum tentu bisa lebih baik, apalagi kalau cakar-cakaran terus. Malu kita semua dan tambah sengsara,” kata Faisal. (gen)