Kisah Inflasi 650 Persen dan Cerutu Ali Wardhana

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Senin, 14/09/2015 19:15 WIB
Kisah Inflasi 650 Persen dan Cerutu Ali Wardhana Direktur Eksekutif Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati berpose disela peluncuran buku A Tribute to Ali Wardhana, Indonesia's Longest Serving Finance Minister di Jakarta, Minggu (6/6). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Profesor Ali Wardhana sudah malang melintang di dunia perekonomian nasional. Karier pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 6 Mei 1928 silam itu dimulai saat ia menjadi Dekan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yaitu antara tahun 1967 sampai 1978.

Ali juga pernah menjabat Menteri Keuangan selama 15 tahun untuk periode 1968-1983 berlanjut menjadi penasihat ekonomi Orde Baru dan pernah menjabat Menko Ekonomi, Industri, dan Pengawasan Pembangunan selama 5 tahun, yaitu antara 1983-1988.

Pada September 1971 ia terpilih sebagai Ketua Board of Governors Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional untuk periode 1971-1972. Artinya, dalam suatu periode Ali pernah memegang tiga jabatan penting secara bersama.


Namun dibalik kesuksesannya memegang komando kebijakan fiskal dan perekonomian ada satu barang yang tak pernah lepas darinya, yakni cerutu.

Seorang mantan staf Humas Kementerian Keuangan yang tidak mau disebut namanya bercerita, selama puluhan tahun dirinya bertugas di Kementerian Keuangan ia mengatakan Ali adalah sosok yang tidak bisa lepas dari cerutu.

Pernah suatu kali ketika selesai kunjungan kerja ke luar negeri, Ali selalu membawa buah tangan berupa cerutu.

“Saat masa baktinya selesai, ada peninggalan cerutu banyak lalu dibagi-bagi ke staf, di ruang kerjanya banyak sekali koleksi cerutu," ujarnya.

Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tahun 1999-2004 Anwar Nasution juga turut membagi kenangannya terhadap sosok Ali Wardhana. Selama delapan tahun Anwar turut membantu Ali di saat menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Menurutnya, sewaktu menjadi Menteri Keuangan, Ali berperan besar untuk mengerem hyper inflation dalam waktu dua tahun pada periode 1966-1968.

Pada 1966 inflasi sempat menembus angka 650 persen, namun dalam kurun waktu satu tahun pada 1967 laju inflasi dapat diturunkan menjadi 112 persen kemudian menjadi 85 persen di 1968 dan kembali turun drastis ke 10 persen pada 1969.

"Setelah stabil di tingkat yang rendah, barulah tahun pertama Pembangunan Lima Tahun (Pelita) dapat dimulai, tepatnya pada 1 April 1969," ujar Anwar saat dihubungi Senin (14/9).

Pada Juni lalu, sebuah naskah pidato dan testimoni Ali Wardhana dibukukan dengan tajuk 'A Tribute to Ali Wardhana, Indonesia's Longest Serving Finance Minister: From His Writing and His Collagues.'

Buku ini diluncurkan di kediaman Ali, Patra Kuningan pada Minggu (7/6). Mantan Menteri Perdagangan dan Menteri Negara Koperasi dan UKM Indonesia, Marie Elka Pangestu sebagai editor buku ini menyatakan bahwa ide penulisan buku ini datang saat sesi makan siangnya dengan Ali.

Kemudian Ali meminta bantuan untuk mencarikan pidatonya saat menduduki pos Menkeu selama 15 tahun. Dalam proses ini ide untuk membukukan pidato tersebut pun didukung oleh David Cole, Anwar Nasution dan Cyril Noerhadi. (gen)