Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Kiswodarmawan mengatakan sebelum proyek selesai dibangun, pemerintah akan menggelar tender untuk mencari operator proyek yang diperkirakan menghabiskan investasi Rp 23,81 triliun tersebut.
“Nanti akan dilelang. Kami pasti akan ikut, karena proyek itu kan tanggung jawab kami,” ujar Kiswodarmawan di Jakarta, Rabu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Gampang itu lah, nggak ada yang istimewa,” katanya.
“Justru itu yang saya cari supaya Adhi Karya tetap stabil. Saat ini kami baru memiliki recurring income dari bisnis properti hotel sekitar 10 persen terhadap total pendapatan. Harapan saya recurring income ini bisa 30-40 persen,” jelasnya.
Namun, mantan Direktur Operasional PT PP Tbk itu menyebut Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta Adhi Karya untuk menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau anak usahanya PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) guna mengikuti tender operator LRT tersebut.
Kiswodarmawan menilai permintaan tersebut wajar, karena kedua perusahaan tersebut sudah terbiasa menyediakan layanan transportasi publik.
“Tapi teknologinya kan baru ini. PT Kereta Api kan masih pakai masinis, sementara LRT ini yang menjalankan kereta dari operator computer room. Kami akan jadi bidder lah, kalau mau di lelang ayo,” katanya.
Rencana untuk melibatkan PT Kereta Api atau anak usahanya menurut Kiswodarmawan juga akan memudahkan Adhi Karya karena tidak harus mengurus izin sebagai operator kereta jika maju sebagai peserta tender sendirian.