Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terkoreksi sebesar 50 poin (0,35 persen) ke level Rp 14.459 per dolar, setelah bergerak di kisaran Rp 14.398-Rp 14.462 per dolar.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan IHSG masih dalam tren pelemahan. Bahkan, Nico meramal penurunan bisa mencapai level 3.800.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu terkait rupiah, Nico menilai pelemahan yang terjadi disebabkan berbagai faktor global. Namun ia menilai melemahnya rupiah masih normal karena mata uang regional Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar.
Transaksi Rp 3,62 Triliun
Dalam perdagangan saham, Mandiri Sekuritas mencatat investor membukukan transaksi sebesar Rp 3,62 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 2,94 triliun dan transaksi negosiasi Rp 684,59 miliar. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 348,28 miliar.
Saham di sektor industri dasar yang paling terkoreksi adalah PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW, Rp 1.215) yang turun 5,08 persen dan PT Suparma Tbk (SPMA, Rp 118) yang turun 4,84 persen.
Di sektor aneka industri, saham yang paling melemah adalah PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM, Rp 57) sebesar 5 persen dan PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM, Rp 119) sebesar 4,8 persen.
Dari Asia, mayoritas indeks saham menguat. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang naik sebesar 0,81 persen, indeks Kospi di Korsel yang menguat sebesar 1,96 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong yang terapresiasi sebesar 2,38 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga menguat sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris naik 1 persen, DAX di Jerman yang menguat 0,73 persen, dan CAC di Perancis yang terapresiasi 1,29 persen. (gen)