Sementara itu, rupiah sempat menguat hingga level 14.400 di pasar spot, setelah ditutup di 14.459 pada perdagangan kemarin. Namun, Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di level 14.463 pada hari ini.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan menurutnya keputusan The Fed telah diantisipasi hingga opsi yang terburuk oleh pelaku pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, saat ini kondisi global sudah mulai membaik karena beberapa faktor utama telah diantisipasi. Tito menjelaskan, setelah antisipasi hasil The Fed tersebut, devaluasi yuan oleh bank sentral China dianggap tidak akan berlanjut.
Genjot Belanja
Tito menjelaskan, saat ini yang dibutuhkan Indonesia adalah peranan pemerintah dalam mendorong laju roda ekonomi dalam negeri. Ia berharap belanja pemerintah saat ini bisa segera digenjot setelah sempat tertahan di awal tahun.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan Fed rate dengan alasan perlambatan ekonomi global yang mengancam pemulihan perekonomian Amerika Serikat yang terlihat pada volatilitas tinggi pasar keuangan serta rendahnya inflasi.
“Merespons itu, indeks dolar dan yield US treasury turun cukup tajam. Akan tetapi, respons di pasar saham AS tidak terlalu positif melihat S&P 500 yang terkoreksi walau hanya tipis. Dolar berpeluang tetap melemah di Asia hari ini,” jelasnya dalam riset.
Seperti diketahui, keputusan untuk tidak menaikan suku bunga itu diambil dalam rapat FOMC pada Kamis (17/9) waktu Washington, Amerika Serikat melalui proses voting, di mana sembilan dari 10 anggota komite memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan.
Kesembilan peserta FOMC itu adalah Janet L. Yellen; William C. Dudley; Lael Brainard; Charles L. Evans; Stanley Fischer; Dennis Lockhart P; Jerome H. Powell; Daniel K. Tarullo; dan John C. Williams. Hanya Jeffrey M. Lacker yang mengusulkan kenaikan The Fed fund rate sebesar 25 basis poin pada pertemuan ini.
"Perkembangan ekonomi dan keuangan global terkini dapat menahan kegiatan ekonomi dan cenderung memberikan tekanan ke bawah lebih lanjut tentang inflasi dalam waktu dekat," kata The Fed dalam pernyataan resmi yang dirilisnya Jumat (18/9) dini hari. (gen)