Dalam keterangan tertulisnya, Manajemen Garuda Indonesia melaporkan sedikitnya 449 penerbangan maskapainya batal terbang selama periode 3-20 September 2015. Sementara pada hari ini, Senin (21/9) sudah sebelas penerbangan Garuda yang tidak bisa diberangkatkan ke lokasi-lokasi yang terkena bencana asap.
“Garuda terpaksa membatalkan penerbangan mengingat terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap yang menyelimuti ruang udara di beberapa kota di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Gangguan kabut asap itu dapat membahayakan keselamatan penerbangan,” kata Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar melalui keterangan tertulis, Senin (21/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa penerbangan terbanyak yang terpaksa dibatalkan antara lain Jambi 115 penerbangan, Pekanbaru 76 penerbangan, Pontianak 66 penerbangan, Palembang 50 penerbangan, Palangkaraya 43 penerbangan, dan Berau 34 penerbangan," tuturnya.
Untuk itu, lanjut Benny, Garuda Indonesia mengimbau para penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari dan menuju kota-kota yang terkena dampak asap untuk memeriksa kembali reservasinya melalui Call Center Garuda Indonesia sebelum melakukan perjalanan menuju bandara.
“Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan dampak kabut asap tersebut dan kesiapan tiap-tiap bandara yang terdampak untuk kembali melaksanakan operasional penerbangan,” katanya.