“Kami sampaikan hasil survei BI di minggu ketiga itu 0,06 inflasi di bulan September tapi tentu finalnya di akhir bulan,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo di sela rapat dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9) malam.
Dengan demikian menurut Agus, laju inflasi September masih sesuai dengan target inflasi tahunan BI yang ada di kisaran 4 +1 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Secara umum, memang tekanan di volatile food dan administered prices itu menurun, namun tetap kita masih memperhatikan harga beras yah sepertinya yang perlu diwaspadai,” kata Agus.
“Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar ada pengaruh (terhadap inflasi inti), tapi tidak terlalu besar. Jadi (inflasi inti) masih di kisaran 5 persen (year on year),” kata Agus.
Lebih lanjut, Agus menilai ekonomi domestik saat ini terus melaju. Hal itu terlihat dari adanya peningkatan permintaan impor barang modal dan bahan baku di bulan September.
“Secara umum yang kita cukup lihat kuat adalah demand dari barang modal yang diimpor yang cukup meningkat, bahan baku yang diimpor cukup meningkat. Itu menunjukkan gerak dari ekonomi, kata Agus. (gen)