Kasus ini terungkap setelah Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (Environmental Protection Agency/EPA) dan California Air Resources Board (CARB) melaporkan bahwa VW Amerika Serikat memasang piranti lunak khusus pada beberapa kendaraan diesel untuk mengakali kewajiban uji emisi di negara itu.
VW diduga memasang piranti lunak tersebut pada mobil-mobil yang dipasarkan di Amerika Serikat seperti Beetle, Golf, Jetta, Passat, serta Audi A3 yang menggunakan mesin 2.0 liter turbo diesel buatan perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas EPA Cynthia Giles mengatakan perusahaan tersebut bisa kena penalti hingga US$ 37.500 untuk tiap kendaraan yang melanggar regulasi udara bersih.
"Jutaan pelanggan di seluruh dunia selama ini telah memberikan keprcayaannya pada produk kami. Kami memohon maaf telah merusak kepercayaan itu," ujar Martin seperti dikutip CNN Money, Rabu (23/9).
Saham Ambruk
Saham perusahaan yang di Indonesia terkenal dengan mobil kodoknya itu langsung anjlok hampir 17 persen di Frankfurt, Jerman pada perdagangan Selasa (22/09). Sementara sehari sebelumnya sempat turun 19 persen dari 162,20 euro menjadi 131,90 euro per saham. Perusahaan dilaporkan kehilangan 14,4 miliar euro dari nilai pasar. (gen)