Penegasan Sudirman Said ini meluncur setelah sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan, lebih memilih untuk menyetujui pembangunan fasilitas pengolahan LNG di darat (onshore) atau Land Based LNG karena dianggap lebih murah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Menteri ESDM mengatakan akan melakukan kajian yang mendalam sebelum membuat keputusan akhir terkait proposal proyek FLNG yang disodorkan Inpex Corporation.
"Jadi hitungannya SKK Migas lebih hemat jika dibangun di offshore," kata Sudirman.
Selain lebih hemat, Sudirman mengatakan SKK Migas dalam kajiannya juga menyatakan bahwa proyek FLNG mampu mendatangkan manfaat lebih besar ketimbang menggunakan konsep pengolahan LNG di darat.
Menteri Sudirman meyakini proyek FLNG mampu mendongkrak bisnis perkapalan, yang sejatinya merupakan salah satu esensi dari program poros maritim yang digaungkan Presiden Joko Widodo.
"Pembangunan FLNG itu bisa memberi kesempatan industri perkapalan. Dengan begitu kapasitas nasional akan diserap besar-besaran," tutur Sudirman. (ags)