Sikap dingin Jepang tersebut ditunjukkan Tanizaki ketika diundang Darmin Nasution ke kantor Menkeo Perekonomian beberapa waktu lalu.
Menurut Darmin, pertemuan itu dimanfaatkannya untuk menjelaskan keputusan Pemerintah Indonesia untuk tidak menggunakan uang negara untuk mendanai proyek kereta cepat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya apakah Jepang masih berminat untuk menggarap proyek kereta cepat di Indonesia, Darmin menjawab, "dia (Jepang) tidak bilang begitu."
"Saya menjelaskan proyek kereta cepat tidak melibatkan APBN langsung atau tidak langsung, dan tidak ada penjaminan pemerintah. Nanti itu merupakan kerja sama B to B. Jadi intinya yang kita sampaikan adalah itu," kata Darmin. Tapi, "Mereka tidak ada jawaban mengenai itu (ketertarikan)."
Penjelasan tersebut diberikan oleh Darmin kepada pihak Jepang agar adil. Pasalnya, hal yang sama telah lebih dulu dijelaskan Darmin ke delegasi pemerintah China.
"Supaya mereka (Jepang dan China) jangan kemudian muncul macam-macam pertanyaan, kalau ternyata nanti berjalan terus muncul pertanyaan, lho kok kita tidak dibilang?” ujar Darmin.
Tanizaki sempat dimintai keterangan usai bertemu Darmin Nasution beberapa waktu lalu. Namun, diplomat Jepang ini enggan memberikan komentar banyak.
"Saya hanya menyampaikan beberapa poin kepada Menko Darmin, saya menolak berkomentar lebih jauh." ujar dia.