"Nilai BMN (barang milik negara) per Semester I 2015 Rp1930.21 triliun. Dari nilai tersebut yang jadi underlying (sukuk negara) sampai dengan Semester I 2015 Rp103 triliun," ujar Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN Chalimah Pujiastuti kepada CNN Indonesia, Jumat (25/9).
Secara keseluruhan, jelas Chalimah, jumlah BMN yang telah dianggarkan menjadi underlying sukuk negara pada tahun ini sebesar Rp35 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Chalimah, setiap tahun DJKN menyiapkan aset-aset negara yang layak untuk dijadikan penjaminan penerbitan sukuk negara tergantung dengan permintaan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu.
"Dan kalau masih ada stok aset yang belum terpakai, bisa dialihkan untuk kebutuhan DJPPR tahun berikutnya," jelas Chalimah.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro telah menyediakan lahan milik negara seluas 381 hektar untuk mendukung proyek sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Vicentius Sonny Loho menjelaskan lahan tersebut merupakan lahan bekas milik Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang telah menjadi aset negara.
Sonny menjabarkan lahan tersebut tersedia di 10 daerah, yang jika ditotal seluruh lahan tersebut memiliki nilai Rp 1,43 triliun.